Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
0

PKSTaktakan.org - Semarang, Dalam rangkaian Milad ke 15 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai berlambang bulan sabit kembar ini memberikan pesan cinta kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan menggelar berbagai acara kegiatan untuk masyarakat yang di pusatkan di komplek wisata Lawangsewu kota Semarang.

"Di gebyar milad ke 15 ini, kita menggelar lomba mewarnai, lomba memasak, latihan burung berkicau, pentas anak jalanan dan pengamen, expo UMKM dan masih banyak lagi agenda lainnya" tutur Agung Budi Margono, Ketua Panitia Kegiatan milad dalam sambutannya.

"Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka komitmen PKS untuk selalu bersama masyarakat" tambahnya.

Lebih lanjut, Agung juga menyampaikan bahwa gelaran milad PKS di Lawangsewu merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan oleh parpol di Indonesia  yang mengambil tempat di monumen sejarah tersebut.

"Kami berharap bahwa dengan gelaran ini mampu semakin menghidupkan aset sejarah bangsa yang berharga ini. Selain itu, juga sebagai bagian pengingat perjuangan para pahlawan dan PKS menjadi salah satu elemen penerus perjuangannya," tandasnya.

Selain para pengurus PKS Kota Semarang, dalam pembukaan gebyar milad 15 di Lawangsewu, turut hadir pula jajaran Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, diantaranya Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan (PEDK) Jazuli Juwaini.

Jazuli Juwaini mengungkapkan, PKS akan meluncurkan program Gerakan Sukses (Sahabat Usaha Kecil Segera Sejahtera) se-Indonesia sebagai bentuk kepedulian PKS terhadap rakyat kecil. Gerakan ini diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan pengangguran agar mereka bisa mandiri.

"Misalnya saja dengan pemberian pinjaman 3-5 juta, kemudian difasilitasi gerobak untuk jualan bakso atau nasi goreng, maka kita telah mengangkat taraf hidup orang tersebut," tuturnya.

Pembukaan PKS Expo tersebut ditandai dengan gunting pita melati oleh Ustad Jazuli Juwaini, dilanjutkan dengan mengunjungi stand bazar UMKM. Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Lawangsewu, selama 3 hari ini (Kamis-Sabtu), PKS menggratiskan tiket masuknya.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com
0

PKSTaktakan.org - Semarang - Milad ke-15 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Semarang menjadi momentum sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi umat.

Rangkaian gerakan ini diawali dengan peluncuran program Gerakan Sahabat Usaha Kecil Segera Sejahtera (Gerakan SUKSES) se-Indonesia. Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, Jazuli Juwaini mengatakan dalam rangkaian milad PKS ke-15, PKS akan segera meluncurkan program Gerakan SUKSES.

Menurutnya, gerakan ini diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan pengangguran agar mereka bisa mandiri. Modulnya melalui pemberian pinjaman modal usaha Rp 3 hingga 5 juta. Di luar bantuan ini, penerima sasaran juga difasilitasi.

"Misalnya, gerobak untuk jualan bakso atau nasi goreng, maka kita telah mengangkat taraf hidup yang bersangkutan," katanya menjelaskan, Jumat (19/4).

Program ini, lanjut Jazuli, merupakan program pemberdayaan ekonomi umat yang diarahkan untuk membantu mengentaskan kemiskinan.

Sumber: http://www.republika.co.id
0

PKSTaktakan.org - Jakarta, Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutihkan aula Gedung Merapi PRPP, Semarang, Jawa Tengah pada Jumat 19 April 2013. Ribuan kader hadir dalam rangka merayakan hari lahir atau Milad PKS ke-15, disertai dengan rapat pimpinan nasional (Rapimnas).

Presiden PKS Anis Matta mengatakan, acara Rapimnas dan Milad sebenarnya dibatasi hanya untuk pimpinan wilayah (DPW) saja, tetapi ternyata seluruh kader di daerah meminta turut disertakan.

"Ini tadinya acara sebenarnya yang kita undang hanya pimpinan DPW tapi daerah ngamuk semuanya, gak boleh kita juga mau datang. Akhirnya ya kita undang," kata Anis di Semarang.

Anis mengaku tidak gampang menemukan tempat yang memadai di Semarang. "Makanya angka jadi dari 600 menjadi 1.600 kader, padahal kalau tidak dibatasi bisa mencapai 2.500 orang," ujarnya.

Seluruh kader partai dengan ceria dan meriah menyambut hari lahirnya partai yang sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK) tersebut. Dalam acara para seluruh kader yang hadir mengibarkan bendera atribut partai ketika menyanyikan mars PKS. Kini, acara berlangsung dengan khidmat dan suasana gembira yang akan diisi orasi Presiden PKS Anis Matta. [rok]

Sumber: http://nasional.inilah.com
0
PKSTaktakan.org - Blora, Deklarasi pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Blora di Gedung Sasana Bhakti Blora, Minggu (14/4), berlangsung cukup semarak.

Ratusan kader dan simpatisan PKS memeriahkan deklarasi tersebut meskipun tanpa dihadiri oleh Hadi Prabowo (HP) atau pasangannya Don Murdono (Don).

Deklarasi dihadiri salah satu ketua DPW PKS Jateng Sutrisno. Dia yang juga menjabat Koordinator Dewan Dakwah III (Blora, Rembang, Pati, Grobogan) memberikan orasi politik kepada kader.

"Ada tiga hal yang harus dilakukan agar bisa tercapai apa yang kita inginkan khususnya dalam memenangkan pasangan HP-Don menjadi Gubernur," kata Sutrisno kepada kader PKS Blora.

Yang harus dilakukan, lanjutnya, adalah konsolidasi, pemetaan medan, serta startegi yang tepat. Dengan tiga hal itu dirinya yakin PKS Blora akan berhasil melakukannya.

Selain dari PKS Deklarasi tersebut juga dihadiri oleh Tim Relawan HP-DON, Edi Yulianto yang juga ketua karangtaruna Blora.

Di Blora PKS dan tim relawan bertekat merebut kemenangan meskipun Blora merupakan basis masa PDIP yang pada pemilu 2009 menjadi pemenang pemilu.

"Kita akan mererbut kemenangan untuk HP-Don di Kabupaten Blora," kata Ketua DPD PKS Blora Chandiq Isninanto.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com
0
SHohibul Imam, Hidayat Nurwahid, BJ. Habibi, Anis Matta
PKSTaktakan.org - Jakarta, Sosok Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, disebut sangat melekat dan inpiratif bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dia dinilai telah mengajarkan bahwa politik dan kekuasaan tidak bisa mengalahkan cinta yang begitu besar kepada bangsa dan rakyat Indonesia.

"Karenanya, PKS menobatkan Habibie sebagai Guru Demokrasi Indonesia," kata Presiden PKS, Anis Matta, dalam Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional yang diadakan Bidang Kebijakan Publik DPP PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/4/2013) malam.

Anis menyebut Habibie sebagai "sosok spesial" untuk partainya. "Inspirasinya mengajarkan bahwa politik dan kekuasaan harus didekati dengan cinta dan bukan untuk kepentingan pragmatis dan golongan semata. Inilah budaya politik yang menjadi inspirasi bagi PKS," tegas Anis, dalam siaran persnya.

Dialog ini adalah rangkaian acara untuk memperingati Milad ke-15 PKS. Anis mengatakan PKS adalah partai yang lahir sebagai "anak kandung" reformasi. Hal itu tidak lepas dari peran Habibie yang membuka keran demokrasi dan mengantarkan Indonesia melewati transisi pada 1999.

"Jangan lupa, PKS atau PK pada waktu itu didirikan dengan tanda tangan Pak Habibie. Kami adalah anak muda yang diberi pintu masuk oleh Pak Habibie untuk ikut serta membangun bangsa melalui jalur politik. Memperingati Milad PKS adalah memperingati reformasi itu sendiri," jelas Anis.

Anis menegaskan, pelajaran penting dari Habibie adalah pada kemampuannya mendekati politik dan kekuasaan dengan cinta. Bagi Habibie, lanjutnya, meninggalkan kekuasaan bukanlah sesuatu yang harus diratapi dengan kesedihan.

"Seseorang yang merebut kekuasaan dengan cinta maka akan meninggalkan kekuasaan dengan cinta. Cinta yang (lebih) besar kepada rakyat daripada kepentingan pragmatisnya. Inilah budaya politik yang diajarkan Pak Habibie dan menjadi inspirasi PKS untuk terus berkiprah dalam demokrasi. Bahwa kekuasaan dan politik adalah sarana untuk menuju kesejahteraan rakyat," tutup Anis.

Sumber: http://nasional.kompas.com
0
Suswono (Mentan)
PKS Taktakan - Jakarta, Kementerian Pertanian sudah menyiapkan beberapa rencana menghadapi pasar tunggal Negara-Negara Asia Tenggara (Asean) yang akan resmi diberlakukan pada Desember 2015.

Salah satu rencana Kementrian Pertanian adalah dengan melakukan ekstensifikasi Lahan pertanian. Menteri Pertanian Suswono dalam acara penutupan Agrinex Expo 2013 mengatakan bahwa ia getol memperjuangkan rencana ekstensifikasi lahan ini. Ia mengatakan Kementriannya harus segera bertindak untuk menghadapi pasar tunggal ASEAN.

““Ekstensifikasi lahan tidak bisa dihindari dan memang harus segera di lakukan,” Jelasnya.

Untuk memperkuat rencananya ini, ia mencontohkan Thailand. Ia mengatakan bahwaThailand mampu mengekspor hasil-hasil pertanian negara mereka meskipun luas lahan pertanian mereka masih dibawah luas lahan pertanian indonesia yang sekitar 13,5 juta hektare

“Dibanding Thailand, Lahan kita justru lebih luas 1,5 kali lahan mereka. Namun, penduduk kita itu berkali-kali lipat dari penduduk Thailand,” ungkapnya.

Selain ekstensifikasi lahan, Menteri Pertanian juga akan semakin meningkatkan kerjasama dengan Universitas – Universitas di Indonesia yang memang konsisten dibidang penelitian pertanian dan hortikultura. (faa)

Sumber: http://web.bisnis.com/ini-kiat-mentan-suswono-hadapi-pasar-bebas-asean-2015
0
PKS Taktakan - PKS berkoalisi dengan Gerindra, mengusung pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial di pemilihan wali kota Bandung. Setelah juara di Pilgub Jabar, PKS pun optimistis menang di Pilwalkot Bandung 2013.

Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, konsentrasi PKS sebelum Pilwalkot dimulai adalah membenahi Kota Bandung. "Saya kira Kang Emil adalah sosok solutif buat kota ini," katanya di Bandung, Senin (18/3).

Menurutnya semua orang tahu Emil adalah sosok yang berperan untuk Kota Bandung. Sebagai Ketua Bandung Creatif City Forum (BCCF) sepak terjang sebagai seorang seniman sudah diakui banyak pihak. Penghargaan demi penghargaan telah didapat.

"Setelah Pilgub Jabar, kami PKS optimis bisa menang di Pilwalkot Bandung," jelasnya.

Dia pun bersyukur bahwa PKS jelang penutupan pendaftaran mendapatkan dukungan dari Gerindra. "Dengan koalisi ini kami optimis sekali dan menang satu putaran," katanya.

PKS yang mengusung Oded pun, kata dia, adalah sosok penyeimbang. Spirit Ridwan Kamil akan diimbangi Oded yang jauh lebih senior.

Sumber: http://www.merdeka.com/politik/juara-pilgub-jabar-pks-optimistis-menang-pilwalkot-bandung.html
0
PKS Taktakan - Jakarta - PKS membuat gebrakan baru. Partai ini membuat aturan baru yang melarang presiden, sekjen dan ketua majelis pertimbangan partai (MPP), untuk maju menjadi caleg.

"Mengenai calon anggota DPR ini diputuskan dalam rapat pimpinan. Presiden partai, sekjen dan ketua MPP tidak dicalegkan. Kita sudah mengambil keputusan," ujar Sekjen PKS Taufik Ridho dalam konferensi pers di Gedung Nusantara 1 Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 9/4/2013).

Dasar pertimbangan dalam keputusan itu, kata Ridho, adalah agar kader yang menjabat di partai tidak terbagi konsentrasinya dengan jabatan publik. Ridho mengatakan PKS akan menjunjung azas pemisahan.

"Agar fokus menjalankan tugasnya dan memisahkan antara pekerjaan yang sifatnya mengayomi publik dan struktural," ujar Taufik.

Kebijakan PKS ini sebetulnya sudah dilakukan sejak Anis Matta terpilih menjadi presiden partai yang baru menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang mundur karena tersangkut kasus korupsi daging sapi di KPK. Begitu terpilih menjadi presiden partai, Anis meninggalkan posisinya sebagai wakil ketua DPR.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/04/09/124259/2215335/10/pks-presiden-sekjen-dan-ketua-mpp-dilarang-nyaleg?9922022
0

PKS Taktakan - Jakarta, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan detil calon anggota legislatif usungan partai tersebut. Pengumuman disampaikan Sekretaris Jendral PKS Muhammad Taufik Ridho di Ruang Pleno F-PKS, Selasa (9/4) siang.

Jumlah keseluruhan Caleg pusat adalah 487 calon yang terdiri dari 302 calon laki-laki (62 persen), 185 calon perempuan (37,99 persen). "Semua Dapil, ada 77 Dapil dipenuhi semua. Tidak ada Dapil kosong," ujar Ridho.

Sedangkan untuk strata pendidikan, Caleg PKS terdiri dari SMA 5 persen, S1 53 perssen, S2 32 persen, dan S3 15 persen. "Rata-rata usia, 30-40 tahun 35 persen, 40-50 tahun 55 persen, 50-60 tahun 10 persen," ujar Ridho.

Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/09/1/145202/Caleg-PKS-Didominasi-Usia-Produktif
0

PKS Taktakan - Sebagai negara besar, ternyata Indonesia belum sepenuhnya berdaulat  atas wilayahnya sendiri. Di laut, pencurian ikan oleh nelayan asing  berlangsung leluasa. Di darat, patok-patok perbatasan dengan negara tetangga banyak yang hilang. Di udara?

Tak cuma kerap dicundangi Amerika Serikat dan Australia karena pesawat tempur mereka kerap hilir-mudik di udara Indonesia tanpa permisi, negara mungil seperti Singapura pun ternyata masih mendikte kita. Pada 1991, misalnya, Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal L.B. Moerdani sempat terapung-apung selama belasan menit di udara Natuna.


Hal itu terjadi karena pesawat TNI Angkutan Udara yang ditumpanginya tak kunjung bisa mendarat di  Pangkalan Udara TNI AU di Ranai, Natuna. Bukan karena cuaca buruk atau kondisi pangkalan supersibuk, melainkan lantaran otoritas penerbangan Singapura tak kunjung memberi izin.

Semua maskapai sipil di Batam pun tak bisa bergerak leluasa, meski  hanya melakukan penerbangan antarkota di wilayah Nusantara. Semua pesawat udara baru bisa lepas landas dan mendarat bila otoritas penerbangan di Changi, Singapura, memberi restu.

Kenyataan tersebut bisa kita baca dalam buku ini, di bawah sub-pembahasan “Langit Garuda dalam Cengkeraman Singa”. Judul tersebut diambil dari liputan khusus Batam Pos edisi 18 Maret 2012. Upaya merebut kembali kedaulatan udara Indonesia dari Singapura, menurut Chappy Hakim, penulis buku ini, telah berlangsung sejak 1993. Dan tentu saja masih terus diperjuangkan.

Pada bagian lain, Chappy juga menguraikan betapa para perwira TNI AU tak cuma dikenal sebagai pilot andal, tapi juga perancang pesawat yang mumpuni.

Sementara selama ini masyarakat cuma mengenal B.J. Habibie sebagai arsitek CN-235 dan N-250, sebelumnya ada Wiweko Soepono, yang merancang desain kokpit pesawat cukup untuk dua orang saja. Karya mengagumkan tersebut digunakan hingga sekarang, dan Airbus pernah berniat menggunakan nama Wiweko sebagai hak paten.

Selain itu, ada Yum Soemarsono, yang menciptakan helikopter pada 1948, atau sembilan tahun setelah Igor Sikorsky dari Uni Soviet menerbangkan pesawat helikopter pertama di dunia.

Juga ada Nurtanio, yang menciptakan “Si Kumbang” pada 1954, dan diulas di sejumlah media dirgantara terkemuka di Amerika dan Eropa. Dia pun menciptakan “Belalang” dan “Si Kunang”.

Terkait dengan Tragedi Aru, yang menewaskan Komodor Yos Sudarso pada 15 Januari 1962, lewat buku ini, Chappy menyisipkan pembelaan dengan mencuplik dokumen milik pelaku sejarah Marsekal Pertama Mohamad Saleh.

Intinya, dokumen yang dirilis pada Juli 1996 tersebut menepis pernyataan Laksamana Sudomo di sejumlah media massa bahwa TNI AU tak siap membantu operasi pembebasan Irian Barat. Akibatnya, KRI Macan Tutul ditenggelamkan Belanda, dan Yos Sudarso.

Menurut Saleh, jangankan TNI AU, Angkatan Laut  kenyataannya tak  mem-back up operasi penyusupan oleh KRI Macan Tutul karena bersifat rahasia dan belum merupakan operasi gabungan antar-angkatan. Maka kapal tak dilengkapi torpedo dan tim penyelamat, juga tanpa pesawat Ganet dari armadanya sendiri.

Sebagai pensiunan marsekal, lewat buku ini, Chappy membuka mata kita semua, betapa kondisi pertahanan udara Indonesia amat kedodoran. Padahal, di tengah zaman ketika perang dianggap usang, upaya  pertahanan terhadap wilayah Indonesia tetap penting. Kedaulatan udara akan mendukung pembangunan menuju kemakmuran.


Sebab, kedaulatan udara kita merupakan sumber uang, seperti yang  dinikmati Singapura selama puluhan tahun. Tapi Chappy juga meyakini kedaulatan udara sama pentingnya seperti kedaulatan lautan. Kurangnya kedaulatan di laut mengakibatkan munculnya praktek perikanan ilegal dan pencurian sumber daya alam, yang nilai kerugiannya bisa sampai triliunan rupiah per tahun.

Selain menulis beberapa buku, di masa pensiunnya, Chappy aktif menulis di blog soal berbagai isu mengenai pertahanan udara ataupun dunia penerbangan pada umumnya. Semuanya ditulis dengan mengalir  sehingga, meminjam slogan sebuah majalah berita, “enak dibaca, dan perlu”. (SUDRAJAT)

Sumber: http://edisi.harian.detik.com/?xml=Sabtu#folio=12