Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Ikhwanul Muslimin (IM). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikhwanul Muslimin (IM). Tampilkan semua postingan
0
Prof. Dr. Muhamamd Mursi (Presiden Mesir)

Pidato Perdana Presiden Morsi

Saya tidak mungkin berdiri dihadapan anda sekalian kecuali berkat rahmat Allah SWT

Terima kasih dan penghormatan kepada syuhada dan luka-luka teriring doa atas jasa mereka yang telah membukakan pintu

Terima kasih kepada masyarakat Mesir dan militer yang saya cinta. Tidak ada yang mengetahui dalamnya cinta kecuali Allah SWT

Terima kasih kepada hakim Mesir yang tengah mengawasi dan melancarkan pemilu

Dalam pidato Morsi menyebut provinsi-provinsi yang tidak mendapat perhatian dari Mubarak selama 30 tahun

Para buruh, sopir bus, masinis, pengemudi bajaj, para pelajar, semuanya adalah keluarga saya. Saya tidak akan membeda-bedakan

Mari kita melanjutkan perjalanan, agar semua tuntutan revoluasi tercapai

Dahulu kita selalu bertanya-tanya: kapan rakyat akan menjadi sumber kekuasaan sebagaimana di negara lain? Sekarang, Anda sekalian adalah penguasa

Rakyat dan penguasa sama di depan hukum

Saya tidak memiliki hak. Semua yang saya punya hanyalah kewajiban

Apabila saya tidak melaksanakan semua janji-janji saya, maka janganlah patuhi saya

Wa’tashimu bihablillahi jami’an wa laa tafarraqu. Shadaqallahul Adzim

Mari bersama-sama kita pikul proyek kebangkitan. Demi masa depan Mesir

Kita semua bangsa Mesir, Muslim maupun Kristen, kita semua pelaku peradaban

Saya akan menjaga semua perjanjian dengan semua negara. Saling menghargai. Saya tidak izinkan intervensi asing

Ketahuilah semuanya, bahwa semua keputusan Mesir tergantung pada keinginan rakyatnya

Saya paham bahwa kita semua dalam kondisi yang sulit. Tapi dengan taufik Allah kita akan melewati semua ini.

Saya tidak akan menghianati kalian semua. Wattaqu yauman turjauuna fihi ilallahi

Semua orang melihat itu jauh. Tapi kita memandang semua itu dekat.

[Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
0
Barack Obama (Presiden Amerika Serikat)
Amerika, Presiden Amerika Serikat, Barak Obama menyampaikan ucapan selamat kepada presiden terpilih Mesir periode 2012-2017, Dr. Muhammad Mursi.

Dia juga menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Mesir atas peristiwa penting ini dan berhasil melewati masa transisi menuju demokratisasi.

Dalam pernyataan resmi, Presiden Amerika mengatakan: “Kita akan bekerja sama dengan presiden terpilih, Muhammad Mursi dan pemerintahan yang akan dibentuknya atas dasar saling menghormati dan kemajuan dalam berbagai bidang antara Mesir dan Amerika Serikat.

Ia menambahkan: “Kami yakin bahwa pada masa sekarang ini prioritas utama Presiden terpilih, Mursi adalah menghimpun persatuan nasional dengan seluruh komponen anak bangsa dalam membentuk pemerintahan baru. Ia menambahkan bahwa presiden terpilih Mesir sekarang ini memiliki legalitas kuat langsung dari rakyat sepanjang sejarah Mesir.”

Ketua Majelis Tinggi Militer Mesir, Jenderal Thanthawi mengucapkan selamat kepada presiden terpilih, Dr. Mursi. Demikian juga kepala badan Intelejen Mesir, Jenderal Murad Muwafi atas nama pribadi dan instansi mengucapkan selamat. [io][Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
0
Bunda Najla’ Mahmud, Istri Presiden Mesir, Dr. Muhammad Mursi 
Kairo - Bunda Najla’ Mahmud, Istri Presiden Mesir, Dr. Muhammad Mursi menolak dengan tegas sebutan “Ibu Negara”.

Beliau menyatakan tidak ada istilah “Ibu Negara”, yang ada justeru Pelayan Terdepan Mesir, karena kita semua adalah warga negara yang sama; kita mempunyai hak-hak sebagaimana juga kita memiliki kewajiban-kewajiban.

Dalam pernyataan yang disampaikan hari Senin, 25 Juni 2012, beliau mengungkapkan bahwa sebutan dirinya adalah “Ummu Ahmad” atau Al-Ukh Najla’ atau Hajjah”. Karena dalam Islam tidak membedakan antara satu orang dengan lainnya. Kita semua adalah satu, untuk kemajuan negeri tercinta.

Kunjungan perdana istri presiden Mesir pasca pengumuman KPU atas kemenangan Dr. Mursi adalah ke kediaman bunda Mahmud Sulaiman, seorang yang gugur sebagai syahid dalam peristiwa revolusi 25 Januari. [io] [Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
0

Kairo, Abdullah Muhammad, Putra Presiden Mesir terpilih, Dr. Muhammad Mursi menegaskan bahwa dirinya akan mentaati presiden terpilih jika presiden mentaati Allah dalam mengurus rakyatnya.

Lewat jejaring sosial, Abdullah menyampaikan pesannya: “Kami akan taat kepada Anda, jika Anda taat kepada Allah dalam mengemban tanggung jawab kami. Kami akan menentang Anda, jika Anda menentang Allah dalam urusan kami.”

Lebih lanjut ia menyatakan: “Kami akan kembali menggalang revolusi jika Anda menyalahi tuntutan revolusi. Kami akan kembali turun ke jalan, jika Anda tidak memperjuangkan hak-hak para syuhada dan orang-orang yang terluka.” [io]
[Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
0
Prof. Dr. Muhammad Mursi bertemu Jenderal Muhammad Husain Thanthawi
Kairo, Kepala Panglima Tinggi Militer, Jenderal Muhammad Husain Thanthawi, menegaskan bahwa dirinya dan institusi militer berdiri di belakang Presiden pilihan rakyat.

Militer dengan segenap kekuatannya bekerja sama dengan Presiden terpilih dalam rangka menciptakan stabilitas negara dan menghormati pemerintahan konstitusi.

Komitmen tersebut disampaikan Thanthawi saat bertemu dengan Presiden Baru Mesir, Dr. Muhamamd Mursi, Senin, 25 Juni 2012 di Kementerian Pertahanan Mesir.

Segenap anggota Majelis Militer mengucapkan selamat kepada Dr. Mursi atas terpilihnya sebagai Presiden Mesir pasca revolusi. Demikian juga Presiden terbaru mengapresiasi upaya yang sudah dilaksanakan oleh militer Mesir.

Sebelumnya, Perdana Menteri transisi, Kamal Al-Janzuri mengajukan pengunduran dirinya dari jabatan sementara tersebut ke Majelis Tinggi Militer Mesir.
[Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
0
Prof. Dr. Muhammad Mursi (Presiden Mesir Terpilih)


20 Agustus 1951: Dr. Muhammad Mursi dilahirkan di desa Adwah provinsi Sharqia

1970-1975: pindah ke Kairo untuk melanjutkan kuliah sarjana di fakultas tehnik dan lulus dengan nilai cum laude. Kemudian menjadi dosen di kampus tersebut.

1975: ikut wajib militer selama dua tahun sebagai prajurit di persenjataan perang kimia, divisi dua infantri.

30 November 1978: menikah dan dikarunia 4 anak dan 3 cucu. Kedua anaknya mendapatkan kewarganegaraan Amerika.

1978: pergi ke Amerika Serikat untuk bekerja dan melanjutkan kuliah. Mendapatkan gelar Master di bidang enegi matahari.

1979: menjadi anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun (Ikhwan)

1982: mendapat gelar doktor di bidang mesin penggerak udara dari Universitas California Selatan.

1982-1985: bekerja sebagai dosen pembantu di Universitas California.

1985: bekerja sebagai dosen dan dekan fakultas teknik (rekayasa material) Universitas Zagaziq Provinsi Sharqia hingga tahun 2010.

1992: anggota bidang politik Ikhwan.

2000: caleg dalam pileg dan berhasil menjadi aleg. Menjadi juru bicara fraksi Ikhwan di parlemen Mesir hingga tahun 2005.

2004: ikut dalam pendirian Fron Nasional untuk Perubahan bersama Dr. Aziz Sidqi.

2005: ikut menjadi caleg dan berhasil sebagai aleg dengan perolehan suara paling tinggi dibandingkan dengan calon-calon lainnya. Tapi kemudian dilakukan pemilu putaran kedua, calon lainnya diumumkan sebagai pemenangnya.

18 Mei 2006: Mursi ditangkap di depan pengadilan utara Kairo saat beliau ikut dalam aksi demo menentang pemindahan dua hakim ke komisi arbitrase. Kedua hakim itu adalah Mahmud Makki dan Hisyam Bastuwaesi. Kedua hakim ini terkenal akan sikapnya yang menentang kecurangan pemilu legislatif tahun 2005.

10 Desember 2006: Muhammad Mursi dibebaskan

2010: ikut bersama Dr. Muhammad el-Baradai mendirikan Organisasi Nasional untuk Perubahan.

28 Januari 2011: Aparat keamanan Mesir menahan Mursi bersama 34 pimpinan Ikhwan lainnya karena ikut dalam aksi demo “Jumat Marah”.

30 Januari 2011: penduduk Mesir membebaskan Mursi setelah aparat keamanan kabur meninggalkan penjara selama terjadinya revolusi Mesir (25 Januari 2011).

11 Pebruari 2011: Husni Mubarak mundur dari tahta presiden dan kekuasaan negara diambil alih oleh dewan militer.

30 April 2011: majelis syuro Ikhwan memilih Mursi sebagai ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwan. Disamping memilih Mursi, majelis syuro Ikhwan juga memilih Esam Oryan menjadi wakil ketua FJP dan Muhammad al-Katatni sebagai sekretaris jendral FJP.

Juni 2011: Mursi ikut dalam pendirian Aliansi Demokrasi untuk Mesir, yang beranggotakan 40 partai politik untuk terjun dalam pemilu legislatif.

7 April 2012: FJP mengumumkan Mursi sebagai calon cadangan dalam pemilu presiden untuk calon Ikhwan dan FJP yang sudah siap, Khaerat Syater. Syater kemudian didiskualifikasi oleh KPU Mesir karena alasan hukum.

17 April 2012: pengumuman Ikhwan menjelaskan bahwa Mursi akan bertarung dalam pilpres menggantikan Syater membawa program “kebangkitan”.

23-24 Mei 2012: putaran pertama pilpres dimulai.

28 Mei 2012: ketua KPU Mesir, Faruq Sultan mengumumkan perolehan suara Muhamad Mursi sebanyak 5.764.952 suara dan Ahmad Syafiq memperoleh 5.505.327 suara. Dengan begitu harus dilakukan putaran kedua.

16-17 Juni 2012: putaran kedua pilpres dimulai dengan pertarungan sengit antara Mursi dan Syafiq.

18 Juni 2012: tim kampanye Mursi mengumumkan kemenangan calonnya setelah perhitungan di masing-masing tempat pemungutan suara direkap. Kemudian Mursi berpidato dalam konfrensi pers yang isinya Mursi berjanji menjaga tujuan revolusi.

24 Juni 2012: ketua KPU Mesir, Faruq Sultan mengumumkan kemenangan Mursi sebagai presiden Mesir yang baru.
[Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net].
0
Prof. Dr. Muhammad Mursi

Kairo, Allahu Akbar! Pesta kemenangan revolusi menjalar di seluruh seantero Mesir, tak terkecuali di Medan Tahrir. Ratusan ribu bahkan jutaan rakyat mesir memantau pembacaan hasil akhir pilpres Mesir.
Dunia internasional memonitor langusung peristiwa sejarah demokrasi di negeri piramid tersebut.

KPU Mesir pada hari Ahad, 24 Juni 2012, pukul 21.40 (WIB)  menyatakan pemenang dalam pilpres Mesir adalah Dr. Muhammad Mursi, capres Ikhwan dengan meraih saura 13.230.131 suara, sedangkan Syafiq meraih 12.347.380 suara.

Dr. Yasir Ali, Jubir Tim Sukses Dr. Mursi menyatakan bahwa Presiden Dr. Muhammad Mursi akan mengucapkan janji di hadapan wakil rakyat pilihan langsung rakyat Mesir. Karena parlemen adalah lembaga satu-satunya yang dipilih langsung oleh rakyat secara demokratis.

Sementara itu, Jamaah Ikhwanul Muslimin mengumumkan pengunduran diri Dr. Muhammad Mursi dari Jamaah Ikhwanul Muslimin dan dari Presiden Hizbul Hurriyah wal Adalah untuk selanjutnya menjadi Presiden bagi rakyat Mesir semua.

Allahu Akbar wa Tahya Mishr, Allahu Akbar wa Lillahil Hamd.
[Sumber: Abu Ghozzah/al-ikhwan.net]
0
Ust. DR. Muhammad Badi’
Risalah dari Ust. DR. Muhammad Badi’, (Mursyid Am Ikhwanul Muslimin)
Penerjemah: Abu Anas

Segala puji bagi Allah dan shalawat dan salam atas Rasulullah saw.. selanjutnya

Bulan Sya’ban menggerakan umat untuk memasuki bulan Ramadhan

Umat Islam saat ini berada dipenghujung akhir bulan Sya’ban, yang berarti menandakan bahwa bulan Ramadhan sudah diambang pintu, berada seperti sabda Nabi saw yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas bin Malik ra, yang mencirikan perbuatan Nabi saw pada bulan Sya’ban, beliau berkata: “Nabi saw paling senang berpuasa pada bulan Sya’ban”, sebabnya telah dijelaskan pada sabda Nabi saw yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi…

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَال إلى رَبِّ العَالمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عملي وَأَنَا صَائِمٌ”

“Yaitu bulan didalamnya amal-amal diangkat menuju Allah Tuhan semesta alam, maka Aku senang jika amalku diangkat pada saat Aku berpuasa”.
Karena itu bulan Sya’ban adalah musim ditutupnya lembaran hidup dan meraup hasil dari perbuatanmu pada tahun ini, dan nabi saw sangat memuliakan bulan ini, karena ia menjadi mukaddimah bulan Ramadhan; bulan lahan perlombaan meraih berbagai kebaikan, berlomba untuk taat sebelum dating bulan al-furqan, maka dari itu tampilkanlah di dalam bulan Ramadhan kebaikan jiwa-jiwa kalian sebelum berlalu. Abu Bakar Al-Balkhi berkata: “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman sementara bulan Ramadhan adalah bulan memanen.

Karena itu, Nabi saw bersabda:

ذلك شهر يغفل عنه الناس

“Itulah –bulan Sya’ban- bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia”;

karena bulan Sya’ban sebagai pintu masuk menuju bulan Ramadhan; dan bulan Ramadhan merupakan bulan dibukanya pintu-pintu surga, seperti sabda Nabi saw:

إذا دخل رمضان فتحت أبواب الجنة، وغلقت أبواب جهنم، وسلسلت الشياطين”

“Jika masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu”. (Bukhari)

dan oleh karena itu, bulan Sya’ban adalah bulan pelatihan dan pembekalan tarbawi dan rabbani, meneriman setiap orang untuk menjadi orang yang memiliki keahlian dalam ketaatan pada bulan Ramadhan, yaitu sebuah program pembekalan tarbawi yang dilakukan oleh seorang muslim menuju penyiapan memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah: “Ya Allah sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”. Sebagai penggalan doa nabi saw:

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان، اللهم بلغنا رمضان

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

Diambang pintu bulan Ramadhan

Ramadhan sudah dekat, hampir datang cahaya, charisma, kebaikan dan kesuciannya, datang untuk membina umat manusia pada kekuatan kehendak dan kemuliaan melakukan perubahan dalam rangka mengemban berbagai macam ujian dan memenangkan berbagai rintangan serta kesulitan hidup. Bahwa Nabi saw senantiasa memberikan tahniah –ucapan selamat- kepada para sahabatnya ketika datang bulan Ramadhan, dan memberikan kabar gembira melalui sabdanya:

أتاكم شهر رمضان، شهر مبارك، فرض الله عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب الجنة، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغل فيه مردة الشياطين، وفيه ليلة هي خير من ألف شهر، من حُرِمَ خيرها فقد حرم

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan, diwajibkan atas kalian berpuasa, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, diikat kuat syaitan-syaitan, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan barangsiapa yang diharamkan kebaikannya maka tidak akan dapat meraihnya”. (Ahmad)

Ramadhan dan perubahan

Perubahan setiap individu, umat dan bangsa merupkan salah satu tren yang berlaku pada saat itu, ia merupakan sunnatullah di dalam kehidupan ini, sebagaimana Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga mereka mau merubah diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’d:11)

Karena itu perubahan perilaku bukan sekedar angan-angan dan cita-cita belaka, namun merupakan kerja keras dan niat yang bersih serta perilaku yang lurus. Dan bulan Ramadhan yang mulia merupakan kesempatan yang sejati untuk melakukan perubahan, ia merupakan program nyata untuk melakukan perbaikan jiwa dan hati, dan titik awal untuk melakukan permbinaan umat:

Jangan katakan: dari mana saya memulai untuk mengawali taat kepada Allah

Jangan katakan: besok sajalah saya memulainya, karena boleh jadi ajal datang menjelang

Karena itu, Ramadhan merupakan bulan perubahan, untuk memperbaharui perpindahan ruh dan jasad sehingga mampu memperbaik kondisi dan merubahan internal kita. Dan perubahan yang positif tentang membutuhkan kita semua menuju kehendak yang matang, azimah yang kuat, dan usaha untuk melakukan perubahan. Allah SWT berfirman: “

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Al-Baqarah:183)

Jika kita tidak merebut peluang di bulan perubahan ini, maka hilanglah dari kita kesempatan seumur hidup, kerana perubahan berarti senantiasa berada pada kebenaran, suatu revolusi (perubahan) atas kepalsuan, penipuan, ucapan sia-sia dan kedustaan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

من لم يدَعْ قولَ الزور والعملَ به، فليس لله حاجةٌ في أن يدع طعامه وشرابه

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh padanya dalam meninggalkan makan minumnya. ” (Bukhari),

 dan Nabi saw juga bersabda:

ليس الصيامُ من الأكل والشراب، إنما الصيامُ من اللغو والرفث، فإن سابك أحد أو جهل عليك فقُل: إني صائم إني صائم

“Tidaklah puasa itu hanya menahan dari makan dan minum, tetapi puasa (menahan diri) dari ucapan sia-sia dan kotor. Jika ada seseorang yang menghardik kamu atau orang jahil menguji kamu katakanlah: “Saya sedang puasa, saya sedang puasa” (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan disahihkan oleh Albani),

Namun semua ini bersumber hanya dari orang yang jujur ​​dengan Khaliqnya. Sehingga Allah akan membenarkan apa yang dilakukan hamba-Nya.

Di antara hasil perubahan terbesar pada bulan Ramadan: Penyerahan penuh kepada hukum (undang-undang) Allah, pelaksanaan perintah dan syariat-Nya sehingga menghasilkan sosok individu yang bertakwa kepada Allah dalam semua keadaan, karena itu bulan Ramadan yang merubah tabiat kehidupan secara keseluruhan sebagai penjamin untuk melakukan perubahan dalam kehidupan individu dan keluarga melalui program-programnya yang Rabbani dan Istimewa.

Dan diantara  perubahan pada bulan Ramadan: ketelitian, komitmen dan disiplin terhadap waktu, Anda dapat melihat seluruh umat duduk di hadapan hidangan berbuka saat menunggu waktu berbuka, dan umat seluruhnya mennahan dirinya dari makan, minum dan hubungan seks mulai waktu Imsak, sebagaimana Anda juga melihat seluruh umat berada dalam satu shaff saat menunaikan shalat, qiyam dan tarawih; ini tampak jelas jika dilihat dari atas atau jauh tentang pemandangan umat yang berada dalam suatu sistem, ketelitian dan susunan yang rapi.

Salah satu perubahan yang paling menakjubkan dalam bulan Ramadhan: waktu berbuka yang tidak boleh dilengahkan dan tidak ditangguhkan walaupun hanya satu menit. Rasulullah saw telah menjelaskan dalam sabdanya:

لا تزال أمتي بخير ما عجلوا الفطور وأخروا السحور

“Umatku akan terus dalam kebaikan selagi menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur.”

Hal ini menegaskan akan hubungan yang erat antara Ramadan dan umat secara keseluruhannya.

Dan diantara perubahan yang paling lengkap pada bulan Ramadan: kita memelihara nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita dengan melakukan revolusi rakyat dan meraih hasilnya, bahwa cepatnya perubahan yang telah terjadi dan sedang berlaku merupakan tanda kekuasaan Allah bahwa pelaksanaan hukum-hukum alam pada sesuai dengan kadar kemampuan manusia. Inilah peluang yang telah tiba pada bulan Ramadan; untuk melaksanakan  revolusi bangsa Arab dan memperolehi kemerdekaan mereka. Perubahan secara aman  yang diinginkan oleh rakyat dan kesadarannya yang berkesinambungan terhadap revolusi dan terus memeliharanya walaupun harus masih menghadapi berbagai cobaan dan rintangan, Ini semua adalah hasil rancangan dan rekayasa Allah semata, yang telah mengejutkan Barat dan Timur, sepertimana telah mengejutkan para ahli politik dan ahli-ahli fikir dari kaum muslimin serta lain-lainnya.

Salah satu sikap perubahan yang paling kuat dalam bulan Ramadan: Memecahkan perasaan takut dan ancaman yang menghantui jiwa, yang menegaskan bahwa kekuatan yang sebenarnya kembali untuk meminta pertolongan dan perlindungan hanya kepada Allah. Sehingga dengan demikian para diktator dan rejim zalim tidak dapat menindas rakyat nya sewenang-wenang lagi dan tidak boleh menjatuhkan kepada kita pelbagai jenis ketidak-adilan dan kezaliman, sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT:

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمْ الْوَارِثِينَ. وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَنُرِي فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُمْ مَا كَانُوا يَحْذَرُونَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu”. (Al-Qashash:5-6)

 Akhirnya, Ramadan adalah bulan perubahan dan perbaikan untuk umat:

Salah satu syi’ar terbesar yang menjadi kontribusi penyatuan bangsa Arab dan umat Islam dengan berbagai negara, mazhab, bahasa dan adatnya; seluruh umat Islam di seluruh dunia sepakat bahwa puasa pada bulan Ramadan adalah kewajiban yang termaktub dalam rukun Islam.

Di bulan Ramadan juga ada semangat umat Islam mengeluarkan zakat harta; dimana hal tersebut dapat menjadi kontribusi dalam mengentaskan masalah pengangguran dan tindak kriminal secara bersamaan, mengentaskan kemiskinan dunia, dimana secara statistik menunjukkan bahwa terdapat lebih dari satu milyar seratus juta (1,100,000,000) orang miskin dan sangat miskin di dunia.

Di bulan Ramadan umat Islam mengeluarkan Zakat fitrah untuk orang yang memerlukan dan tidak memerlukan, untuk mewujudkan’takaful’ (gotong royong) yang sebenarnya. Dan inilah yang ditegaskan lebih dari 130 ayat dalam al-Quran, dan beratus-ratus hadith nabi saw dalam menggalakkan untuk menderma dan mengorbankan harta kepada orang yang memerlukan dan miskin baik yang muslim atau non muslim.

Ramadan juga menegaskan akan kemerdekaan umat yang memiliki ciri-ciri tertentu dalam menghadapi serangan globalisasi yang menyeru kepada pengrusakan nilai-nilai dan akhlak, karena umat Islam memiliki performa tersendiri, Allah SWT berfirman:

صِبْغَةَ اللَّهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ

"Shibghah Allah. dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah”. (Al-Baqarah: 138).

(Shibghah artinya celupan. Shibghah Allah: celupan Allah yang berarti iman kepada Allah yang tidak disertai dengan kemusyrikan.pent).

Bulan Ramadan mengingatkan kita beberapa kemenangan umat dalam sejarahnya. Dua kemenangan yang paling besar dan fenomenal pada zaman Nabi saw adalah Perang Badar dan penaklukan Makkah yang terjadi dalam bulan Ramadhan, penaklukan Andalusia yang dipimpin oleh Tariq ibn Ziyad adalah terjadi pada tanggal 28 Ramadan tahun 92 Hijriah, dan Pertempuran Ain  Jalut, yang berhasil mengalahkan Mongol terjadi pada tanggal 15 Ramadan tahun 658 Hijriah. Begitu juga Allah telah memberikan kemenangan pada tanggal 10 Ramadan tahun 1383 H (6 Oktober 1973) atas Zionis perampas tanah dan tempat suci kita. Ini sesuai dengan janji Allah SWT yang telah berfirman:

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
"Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (Ar-Ruum: 47}

Oleh karena itu semua, marilah kita jadikan Ramadan sebagai bulan perubahan supaya kita lebih dekat dengan pertolongan Allah yang senantiasa diberikan kepada orang-orang yang dekat dengan-Nya. Allah berfirman:

وَيَقُولُونَ مَتَى هُوَ قُلْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَرِيبا

“Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,(Al-Isra’: 51).

Selawat dan salam atas Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.

Dan Allah adalah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah.

Cairo 20 sya’ban 1432 H/21 Juli 2011 M [Sumber: al-ikhwan.net 1/8/2011]
0
Ikhwanul Muslimin (IM)
Jakarta - Setelah lama dilarang, Ikhwanul Muslimin (IM) akhirnya boleh mendirikan partai politik. Partai politik Ikhwanul Muslim dinyatakan sah di Mesir menjelang pemilihan parlemen yang menentukan di negara itu.

IM Kairo mendirikan partai dan telah mendapat persetujuan untuk pembentukan Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK). Nama parpol ini mengingatkan kita kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam hal gerakan sosial, PKS belajar dari IM, namun dalam kepartaian politik, IM dengan PKK-nya yang baru dibentuk, mengikuti jejak PKS. PKK Mesir mengikuti jejak PKS dan Partai Refah di Turki, yakni berjuang di jalan demokrasi, suatu sinyal kuat bahwa Islam menerima demokrasi.

“Ikhwanul memonitor perkembangan PKS di Indonesia pasca-otoriter Orde Baru dan kini IM mendirikan partai serupa,” kata aktivis Islam dan Direktur LSIK Umar Hamdani.

Ikhwanul Muslimin, gerakan yang terorganisir paling baik di Mesir, didirikan pada 1928, tetapi dinyatakan ilegal sejak 1954. Konstitusi Mesir melarang partai berdasarkan agama, kelas atau regional.

Islam Indonesia bukan lagi Islam yang berada di pinggiran, tetapi sudah menjadi bagian dari umat muslim dunia. Peran Islam di Asia Tenggara, dan peran Indonesia sangat besar menjadi penengah dalam penyelesaian konflik di kawasan Asia Tenggara.

Bukti mutakhir, jejak PKS diikuti oleh PKK di Mesir. Sesuatu hal yang bukan kebetulan, sebab aktivis IM di Mesir juga memonitor perkembangan Islam di Indonesia, negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Prof Dr Ra`fat Asy Syaikh dari Liga Islam Dunia memandang perlu mengembangkan Islam yang moderat seperti juga yang diajarkan oleh Universitas Al Azhar Mesir maupun yang dikembangkan NU/Muhammadiyah di Indonesia.

Tapi di sisi lain, kata Syaikh, umat Islam hendaknya juga belajar dari sejarah kolonialisme dan menolak segala bentuk penjajahan dan ketidakadilan di zaman globalisasi ini.

Di masa orde lama Mesir, organisasi IM mengajukan calon-calon independen dalam pemilu untuk mengelak larangan rezim Mubarak di masa lalu. Calon independen dari kelompok IM itu memenangi hampir seperlima kursi parlemen pada pemilu 2005. Di Kairo, Komisi Urusan Kepartaian telah memberikan persetujuan untuk pembentukan Partai Kebebasan dan Keadilan.

Dewan Konsultatif Ikhwanul Muslimin juga mengumumkan pembentukan partai itu, yang datang sebulan setelah kelompok itu mengatakan, pihaknya hampir memiliki 9.000 anggota pendiri. Partai yang baru dibentuk ditetapkan untuk bertarung dalam pemilu dengan target menyabet setengah dari kursi parlemen pada September mendatang.

Komisi Urusan Partai Mesir, Senin (6/6), menetapkan tenggat waktu terakhir bagi Partai Kebebasan dan Keadilan yang dibentuk oleh Ikhwanul Muslimin untuk menjadi partai pertama yang dideklarasikan usai kejatuhan rezim Hosni Mubarak.

Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK atau bahasa Arabnya FJP) secara resmi diakui sejak Senin (6/6/11) setelah memenuhi semua syarat yang ditetapkan dalam undang-undang pembentukan partai baru. Bahkan keputusan tersebut akan disahkan dalam lembaran negara dalam waktu sepuluh hari. PKK atau FJP dibentuk Ikhwanul Muslimin dan telah mengajukan pengesahan kepada komisi dua pekan lalu. [mdr] [Sumber: http://www.inilah.com]