Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
0
Elly Risman {Executive Director Yayasan Kita & Buah Hati)

Jakarta - Pemerkosaan inses kepada anak perempuan yang dilakukan ayah dan saudara kandung sendiri makin mengkhawatirkan. Untuk itu, orang tua harus membekali anaknya supaya bisa menjaga diri. Usia 7 tahun dianggap ideal untuk mulai memperkenalkan anak tentang pelecehan seksual itu.

"Anak yang berusia di atas 7 tahun harus diperkenalkan tentang pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan perkosaan dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan usia mereka. Ortu tidak bisa lagi merasa tabu dan saru sehingga tidak menyampaikan yang benar untuk melindungi anaknya," ujar psikolog yang juga Executive Director Yayasan Kita & Buah Hati, Elly Risman.

Elly Risman, yang sedang menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi, menyempatkan diri untuk melayani wawancara detikcom via pesan singkat, Kamis (21/2/2013). Berikut wawancara lengkapnya:

Fenonema ayah yang memperkosa anak kandung sendiri makin marak. Arsip detikcom mencatat ada 7 kasus setahun ke belakang, di Indonesia saja. Ini gejala apa?

Betul, peningkatan luar biasa. Itu yang kita tahu dari media. Saya pikir kenyataan yang ada di lapangan jauh lebih besar. Apalagi inses ini kan aib keluarga, jadi berusaha dirahasiakan.

Ini menunjukkan gejala betapa sakitnya sudah masyarakat kita. Yang paling menyedihkan adalah ada anak Indonesia yang sampai meninggal karena antara lain diperkosa ayahnya. Kita bereaksi sebentar saham kemudian berita-berita inses selanjutnya kita terima 'sebagai berita'.

Apa saja faktor pemicu terjadinya pemerkosaan inses ini?

Ada beberap faktor yang mungkin jadi penyebab:

1. Yang jelas adalah kurangnya pengetahuan, penghayatan dan pengamalan kehidupan beragama. Faktor keimanan ini sangat penting. Karena kelemahan dalam hal ini merupakan peluang besar bagi setan untuk masuk dan menggoda. 
2. Banyaknya waktu luang
3. Pengaruh media/tontonan atau bacaan termasuk berita
4. Kemungkinan mengalami kerusakan otak karena melihat pornografi.

Dari beberapa kasus pemerkosaan inses yang dimiliki detikcom, rata-rata ayah yang juga pelaku adalah orang tak mampu atau pengangguran, apa ada korelasinya antara kemiskinan dan tindak kriminal ini?

Saya pribadi kurang setuju kalau faktor ekonomi selalu dijadikan alasan utama seperti karena mereka miskin.

Sudah 68 tahun kita merdeka masa kita tidak mampu melihat faktor-faktor lain yang signifikan kecuali ekonomi. Sayangnya sudah begini banyak kasus inses terjadi, saya belum lagi mendengar ada penelitian terhadap kasus-kasus ini untuk mengetahui dari pelaku dan korban tentang motif apa yang menjadi alasan perbuatan jahanam ini.

Sementara faktor kerusakan otak karena pornografi secara luas termasuk oleh penyidik untuk menjadikannya sebagai faktor yang disidik pelaku.

Saya tidak tahu tentang korelasi antara perlakuan inses dengan kemiskinan karena seharusnya dilakukan penelitian terlebih dahulu. Tapi seperti yang saya jelaskan cukuplah yah, sudah melihat kausalitas berbagai masalah kemasyarakatan dikaitkan dengan ekonomi. Sehingga bukan saja menutup kemungkinan kita melihat ada aspek lain yang berkembang, juga membuat kita cenderung mempermudah masalah karena kita bisa mengatakan: oh karena mereka miskin.

Kita jadi tidak waspada bahwa narkoba dan pornografi mampu merusak otak dan membuat orang melakukan perbuatan-perbuatan yang sangat keji. Lepas kelas sosial ekonomi dan pendidikan.

Ibu mengatakan ada peningkatan kasus ini di tiap provinsi. Bisa dijelaskan?

Tentang peningkatan kasus inses kami tidak punya, karena kalau dikatakan meningkat harus ada data pembanding tahun sebelumnya. Yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati adalah analisa isi dari berita yang ada di internet, berikut datanya:

Aceh (2000-2010): 6
Medan: 11
Bengkulu (2010-2012): 35
Jakarta: 18
Jawa Barat: 11
Yogyakarta: 6
Jawa Timur: 1
NTB (2012): 5
Kalimantan Selatan: 1
Gorontalo: 1
Papua: 1

Bagaimana orang tua mencegah dan mewaspadai pemerkosaan inses agar tak terjadi pada keluarganya?

1. Co atau dual parenting: kedua orang tua harus terjun dan terlibat penuh mengasuh anak mereka, bertanggung jawab kepada Tuhan untuk titipannya itu. Jangan mudah mensubkontrakkan mereka ke tangan orang lain: baby sitter, pengasuh, anggota keluarga atau tempat penitipan anak

2. Menyadari tantangan zaman menjadi semakin gila: orang-orang yang rusak otaknya karena narkoba, pornografi dan penyakit masyarakat lainnya akan mudah melakukan kekerasan seksual dan perkosaan pada anak-anak. Umumnya dilakukan oleh orang: dekat dan dikenal dengan 2 cara: dibujuk atau diancam.

3. Ini beberapa hal yang enak diomongin tapi nggak enak dikerjain yang harus dipersiapkan ortu bagi anaknya:
a. Pengetahuan agama dan praktiknya, termasuk berdoa untuk dapat perlindungannya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Komunikasi yang dekat dan hangat sehingga bisa menunjukkan dan menjelaskan kepada anak di atas 4 tahun bahwa:
-Dia sangat berharga. Maka selain orang tua dia harus menjaga dirinya sendiri, tidak boleh disentuh sembarangan kecuali sebutkan siapa dalam keluarga: mama, ayah, nenek, mbak dan dokter.
-Jelaskan tentang bedanya orang asing, kenalan, teman, sahabat, kerabat dan muhrim (bagi yang muslim). 
-Jelaskan tentang 3 jenis sentuhan: Sentuhan yang baik yaitu, yang menyenyuh bagian tubuh dari kepala ke atas dan lutut ke bawah. Sentuhan membingungkan yaitu, yang menyentuh bagian tubuh dari bawah bahu sampai di atas lutut. Sentuhan yang buruk yaitu, yang menyentuh bagian tubuh yang ditutup oleh pakaian renang.

Semua ini harus dipraktikkan berulang-ulang supaya anak paham. Mereka juga harus diajarkan bagaimana bereaksi terhadap sentuhan membingungkan dan yang buruk dengan role play. Berikut kata-kata yang harus mereka ucapkan.

Anak yang berusia di atas 7 tahun harus diperkenalkan tentang pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan perkosaan dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan usia mereka. Ortu tidak bisa lagi merasa tabu dan saru sehingga tidak menyampaikan yang benar untuk melindungi anaknya. Anak harus diajarkan, mereka boleh berbohong, berteriak dan jangan pernah takut melaporkan pada orang tua atau orang dewasa lain dalam keluarga.

Bisa saja terjadi karena pengaruh setan atau penyakit di otak, orang-orang terdekat yang tidak pantas tapi dapat melakukan hal-hal yang keji. Jangan takut dengan ancaman dan hadiah yang dijanjikan. Jelaskan betapa masa depan anak akan terganggu. Gunakan banyak kalimat bertanya untuk melatih anak berpikir kritis.

Dampak bagi anak yang menjadi korban pemerkosaan inses seperti apa?

Tentang dampak bagi anak, tidak usah sampai anak itu dewasa. Selama mereka anak-anakpun dampaknya sudah sangat menyakitkan. Hal ini terutama disebabkan anak tidak bisa memahami apa yang sudah terjadi dan mengapa itu bisa terjadi.

Mereka umumnya merasa sangat ketakutan, kesakitan, membenci ayahnya dan bisa saja orang dewasa di sekitarnya. Merasa jijik pada diri sendiri karena risau dan bingung, kecewa, marah, dendam, maka yang tampil adalah: perilaku yang tidak mudah dipahami, menarik diri, melawan, kasar, ketakutan, impulsif, gangguan tidur dan makan, dan jelas prestasi akademis terganggu.

Tanda-tanda fisik: sulit duduk maupun berjalan, kelaminnya gatal atau sakit, daerah vagina atau duburnya lecet dan berdarah, menderita penyakit seksual, hamil.

Bila gangguan psikologis akibat dan kekerasan seksual atau trauma post sexual abuse tidak segera ditangani, maka semakin anak besar, ia akan menunjukkan: harga diri yang rendah, merasa berdosa, marah, menyendiri dan tidak mau bergaul dengan orang lain dan makan tidak teratur.

Beberapa ahli mengatakan bahwa perkawinan untuk korban inses bukan jalan keluar. Korban-korban yang tidak mendapat penanganan yang baik bisa menjadi: korban kekerasan seksual berkelanjutan, bisa juga menjadi pelaku sebagai balas dendam.

Bagaimana menyembuhkan anak yang sudah menjadi korban pemerkosaan inses ini?

Semua korban inses harus melalui terapi terpadu: fisik, psikologis dan religius. Untuk anak-anak terapi bermain dan psikodrama. Sedangkan sebagai orang dewasa membutuhkan berbagai teknik psikoterapi dan terapi religius serta forgiveness therapy.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/02/22/140655/2177028/158/elly-risman-kenalkan-anak-tentang-pelecehan-seksual-mulai-usia-7-tahun

0
Jakarta: Pemerintah diminta segera membebaskan 20 anak buah kapal(ABK )  dari PT Samudera Indonesia yang disandera perompak Somalia, demikian pernyataan anggota Komisi 1 DPR RI Yoyoh Yusroh di Jakarta.

Politisi PKS ini mendukung langkah-langkah strategis dan diplomatis yang telah diperintahkan SBY agar para ABK Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia sejak 16 Maret lalu segera dibebaskan.

"Saya percaya Pemerintah bekerja aktif untuk langkah-langkah pembebasan yang berani, bahkan Kopasus kita sebagai salah satu pasukan terbaik dunia konon sudah menyiapkan diri jika diterjunkan," singgung Yoyoh.

Namun anggota FPKS ini mengingatkan agar pendekatan humanis dalam mengakhiri  penyanderaan ini juga ditempuh.

"Kami meminta supaya pemerintah mengambil langkah yang lebih cepat namun juga humanis misalnya membujuk penyandera agar menghargai ABK yang juga sesama Muslim, memiliki tanggungan keluarga dan sebagai sesama umat manusia " ujar politasi PKS dari dapil Banten ini.

Yoyoh tidak yakin apakah solusi membayar tebusan atau operasi militer yang akan diambil pemerintah untuk membebaskan ABK yang membawa nikel itu. Namun hendaknya  masalah itu jangan dibiarkan berlarut-larut.

"Yang pasti jangan dibiarkan mereka terkatung-katung dan diharapkan jika memang opsi pembebasan dengan cara militer ditempuh jangan melupakan pendekatan humanis karena korban akan mungkin jatuh di pihak sandera. Sementara keluarga WNI sedang menunggu mereka dengan harapan selamat, " ujar anggota Komisi 1 DPR yang juga Anggota Tim Pengawas Pemulangan TKI Bermasalah ini.

Seperti diberitakan, kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan. Perompak Somalia meminta uang tebusan 3,5 juta dollar AS.

Sumber: http://pk-sejahtera.org
0
Yoyoh Yusroh
Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengenang sosok Yoyoh Yusroh sebagai motor penggerak solidaritas kemerdekaan untuk Palestina, guru bagi aktivis perempuan PKS.

"Salah seorang tokoh perempuan yang sejak awal ikut mendirikan partai dan berkontribusi besar dalam perkembangan partai," ungkap Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, di Jakarta, Sabtu (21/5). Ustazah Yoyoh disebut Mustafa Kamal sebagai anutan bagi para kader muda PKS karena kiprahnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus legislator perempuan yang aktif menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Selain di PKS, Yoyoh juga aktif sebagai anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Periode 2005-2010 di bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Lansia. Yoyoh juga mendapatkan penghargaan sebagai Mubalig Nasional dari Departemen Agama pada Tahun 2001.

"Beliau adalah ibu dari 13 orang anak yang mampu mengelola rumah tangganya dengan baik, sekaligus juga menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sebagai legislator," ungkap Kamal.

Selain di Indonesia, Yoyoh juga dikenal sebagai politisi yang aktif dalam membela hak asasi manusia di level Internasional. Yoyoh dikenal sebagai legislator yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Oleh karena itulah, saya sebagai pimpinan fraksi menempatkan beliau di Komisi I agar terus dapat melanjutkan perjuangannya tersebut. Kemampuan diplomasinya sangat baik," ujar Mustafa.

Mustafa juga mengatakan Yoyoh merupakan sedikit dari politisi Indonesia yang pernah menembus blokade Israel di Gaza dan melihat langsung kondisi masyarakat Palestina di sana. Tidak hanya itu, menurut Mustafa, Yoyoh juga pernah berperan dalam penyelesaian konflik di Sudan.

Selain itu sejumlah penghargaan atas kontribusi internasional pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) pada 2000 dan 2003.

Tidak hanya pengabdiannya kepada publik, kata Mustafa, Yoyoh juga sukses dalam membangun keluarganya. Dengan 13 anak yang dimilikinya, semuanya berprestasi. "Ke Yogya kan beliau akan menghadiri wisuda anaknya di UGM. Dan rencananya bulan depan (almarhum) akan menghadiri wisuda anaknya yang kuliah di Bosnia," ungkap Mustafa. (Mad/OL-11) [Sumber: http://www.mediaindonesia.com]
0
Budi Darmawan (suami almarhumah)
Liputan6.com, Tangerang: Gema takbir dan isak tangis mengiringi pemakaman politisi sekaligus pendiri Partai Keadilan Sejahtera Yoyoh Yusroh di Kecamatan Benda, Tangerang, Banten, Sabtu (21/5). Yoyoh meninggal setelah kendaraan yang ditumpangi bersama keluarga terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Tol Palikanci (Palimanan-Kanci), Cirebon, Jawa Barat, Sabtu dini hari.

Berdasarkan pantauan SCTV, ruas Jalan Munawaroh di kawasan Kecamatan Benda, Tangerang, padat para pelayat yang menunggu kedatangan jenasah Yoyoh Yusroh. Keluarga, kerabat, dan sahabat tak kuasa membendung air mata menyambut jenazah Yoyoh yang langsung menuju masjid untuk disalatkan.

Suasana haru kian kental ketika suami almarhumah tiba di rumah duka. Dalam kondisi lemah, terbaring di atas tempat tidur dan ditandu, Budi Darmawan, suami almarhumah tampak tegar. Sambil berusaha menahan sakit, ia mengikuti prosesi pemakaman sang istri di Kompleks Pondok Pesantren Ummu Habibah.

Ketika jenazah dimasukkan ke liang lahat, gema takbir bersahut-sahutan dengan diiringi tangis keluarga, kerabat, dan sahabat. Almarhumah meninggalkan suami dan 13 putra-putrinya.

Yoyoh Yusroh, salah satu pendiri PKS yang juga politisi Senayan ini meninggal karena kecelakaan di Tol Palikanci, Cirebon. Almarhumah saat itu bersama keluarga dalam perjalanan pulang usai menghadiri wisuda putra sulungnya, Umar al Faruk, yang baru saja menamatkan studi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Yoyoh duduk di tengah ketika kendaraan terguling setelah menabrak pagar pembatas jalan saat akan melewati tikungan tajam di kilometer 207 Tol Palikanci. Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu dini hari itu diduga akibat pengemudi pengganti, yaitu putra Yoyoh bernama Sholahudin dalam keadaan kelelahan dan kurang begitu mengenali medan.

Ia akhirnya mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Mitra, Plumbon, Cirebon. Sedangkan enam kerabatnya mengalami luka ringan. Kasus itu kini ditangani Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cirebon.(ANS) [Sumber: http://berita.liputan6.com]
0
Yoyoh Yusroh dan Keluarga
Sosoknya memang sangat sederhana dan bersahaja, keberadaannya telah memberi nuansa baru di ruang rapat Komisi VIII DPR. dia merupakan salah satu dari ke-4 orang pimpinan Komisi VIII DPR yang membidangi masalah agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya,keberadaannya DPR merupakan suatu amanah yang sangat berat.

"kedudukan saya di DPR adalah merupakan amanah, prinsip kami di DPR bukan sekedar untuk kepentingan pribadi, namun keberadaan di DPR untuk berkontribusi melalui anggaran, legislasi aturan supervisi dan DPR juga kita jadikan suatu mimbar da wah dan sebuah universitas untuk menimbah ilmu,"kata ibu dari 13 orang putra/putri ini.

Yoyoh Yusro merupakan perempuan yang sangat getol berorganisasi bahkan semenjak masih remaja, dirinya sudah aktif mengikuti organisasi seperti pelajar islam Indonesia, tahun 1980an, bahkan juga pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Menurut Yoyoh keaktifannya di sejumlah organisasi dan LSM dilakukan semata-mata untuk menegakkan amar ma ruf nahi munkar.

"hal yang terpenting untuk menegakkan amar ma ruf ini adalah dengan memberikan contoh secara nyata serta melakukan pendekatan secara persuaif sehingga tidak menimbulkan rasa antipati dari orang lain,"paparnya.

disamping amar ma ruf nahi munkar,mengenai money politikpun dirinya tidak bergeming. "waktu itu saya kunker ke Jabar guna meninjau proyek-proyek pemerintah yang terkait dengan Komisi VIII. mereka saat presentasi mengatakan kekurangan dana. tetapi pulangnya mereka mengajak makan di tempat yang sangat representatif. dan di bandara kita diberi amplop. Saya tanya ini untuk apa, Pak? dia bilang sebagai tanda cinta karena biu sudah meluangkan waktu menengok proyek kami. langsung saya jawab lo, katanya bapak kekurangan dana tetapi kok masih memberikan kepada kami. Kami ini sudah berkecukupan, pak. akhirnya setelah berdebat cukup lama. uang itu saya sumbangkan kembali ke lembaga mereka dan saya minta kwitansi agar tidak terjadi kesalahpahaman,"kata Yoyoh.

Yoyoh mengatakan menjadi suatu suara yang minor memang sangat berat, namun menurutnya bagaimana cara kita mengkomunikasikan dengan teman-teman lainnya, bukankah kita ingin menjadikan DPR menjadi suatu lembaga yang bersih dan benar-benar pembela rakyat. "jadi menurut saya harus kita mulai dari masing-masing anggota bahwa kita tidak hanya dipantau oleh konstituen tapi juga oleh yang diatas-sang pencipta dengan pemikiran seperti ini kita bisa menjadi lebih bertanggung jawab,"tandasnya.

Komunikasi dialogis
Perempuan yang memiliki 13 orang putra/putri ini, mengatakan mendidik anak itu harus dengan metode yang tepat karena masing-masing anak memiliki banyak keistimewaan masing-masing. Yoyoh menuturkan dirinya menggunakan metode komunikasi dialogis untuk mengembangkan dan menumbuhkan potensi dari masing-masing anak. "saya akan berusaha menjelaskan kesibukkan saya dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti, jika mereka bertanya ngapain saja sih Ummi keluar rumah terus? saya jawab bahwa saya mmengajak mereka berda wah, mengajak mereka solat, berbuat baik dan mengajak mereka supaya tidak berantem,"katanya.

permasalahan prinsip pendelegasian tugas kepada anak juga menjadi perhatian yang besar dari seorang Yoyoh Yusro. "anak pertama bertugas ke anak nomor 5, anak nomor 2 bertanggung jawab pada anak no.6, anak nomor 3 bertanggung jawab pada anak no.7 demikian seterusnya,"kata Yoyoh.

Ketegasan juga menjadi prinsip utama kunci keberhasilan dalam mendidik anak. "kalau Ramadhan saya tegas katakan, TV off, saya lebih suka mereka naik sepeda sampai berkeringat daripada duduk diam didepan TV. saya mengikuti cara sahabat nabi dalam mendidik anaknya, jadi waktu ramadhan adalah waktu untuk berkonsentrasi kepada Al-qur an,"tegas Yoyoh, disamping itu, Yoyoh juga menerapkan prinsip keterbukaan antara orangtua maupun anak-anak.

Biodata:
Nama: Yoyoh Yusroh, S.Pdi
Tempat Lahir: Tangerang
Tgl Lahir: 14-11-1962
Agama: Islam
 

Riwayat Pendidikan:
1. STAI AlQudwah
2. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 1982
3. PGAN Atas Pondok Pinang Jakarta, tahun 1979
4. PGAN Pertama Tangerang, tahun 1979
5. SDN Jurumudi II, tahun 1972

Riwayat Pekerjaan:
1. Guru agama SMU Bahagia tahun 1983-1984
2. Wakil Direktur Taman Qur an Robbi Rodhiyya tahun 1989-1991
3. Dosen Lembaga Studi Islam Al Hikmah tahun 1991-1997
4. Dosen Institut Pemberdayaan Perempuan (IPP) tahun 2001
5. Dosen Pendidikan Guru TK Islam Nurul Fikri tahun 2003
6. Pembimbing Utama biro Perjalanan Haji PT Madani tahun 2002-sekarang
7. anggota DPR/MPR RI tahun 1999-2004, Komisi VII
8. anggota DPR/MPR RI tahun 2004-2009, Komisi VIII
9. Anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia

Tanda Jasa:

1. International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000
2. International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003
3. Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001


Sumber: www.dpr.go.id
0
Anis Byarwati, Ketua DPP
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan
 
JAKARTA - Setelah dikejutkan dengan laporan dari United Nations of Development Program (UNDP) tentang Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) Indonesia yang rendah, kini kejutan lain datang.

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyebutkan, hingga tahun 2010 lalu jumlah perempuan Indonesia yang belum melek huruf jumlahnya mencapai 5 juta lebih.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan, Anis Byarwati menyatakan keprihatinan mendalam atas realita tersebut. Dibalik hingar bingar program pembangunan yang dijalankan pemerintah, ternyata masih terdapat jutaan rakyatnya yang terbelakang secara pengetahuan.

"Angka buta aksara di kalangan perempuan Indonesia masih tinggi. Kemendikbud tahun 2010 menyebutkan ada 5,3 juta perempuan Indonesia berusia diatas 15 tahun yang masih buta aksara. Angka itu jelas  tidak kecil," jelas Anis dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (30/12/2011).

Menurutnya,  angka tersebut boleh jadi merupakan fenomena gunung es. Artinya, dalam jumlah riil bisa jadi lebih banyak perempuan Indonesia yang buta aksara. Kondisi itu, sambung Anis, disebabkan karena banyaknya perempuan Indonesia yang terpaksa tidak sekolah atau putus sekolah. Dan kemiskinan keluarga Indonesia adalah pangkal tak mampunya perempuan Indonesia bersekolah.

Lembaga Internasional, The Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP) tahun 2008 menyebutkan 70 persen siswa yang tidak bersekolah disebabkan karena ketidakmampuan keuangan.

Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2009  menyebutkan,  keluarga miskin masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi biaya pendidikan, seperti biaya transportasi, buku, dan seragam sekolah.

Laporan Bappenas (2009) juga menyatakan, pada tujuan ketiga dari target sasaran. MDGs (Millenium Development Goals), yakni  mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,  rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok umur  15-24 tahun dilaporkan telah tercapai. Indeks Partisipasi Gender (IPG), yang menjadi salah satu indikator keberhasilan melek huruf tersebut, untuk kelompok umur 15-24 tahun hampir mendekati angka 100.

Dengan tingkat melek huruf pada kelompok perempuan sebesar 99,40 persen dan tingkat melek huruf pada laki-laki sebesar 99,55 persen. Di 15 Provinsi, tingkat melek huruf untuk perempuan dalam kelompok umur ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tingkat melek huruf pada laki-laki. "Data itu sungguh paradoks dengan laporan MDGs  2010," pungkas Anis. (ful) [Sumber: Muhammad Saifullah - Okezone.com]
0
Anis Byarwati, S.Ag, M.Si
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung sepenuhnya pencapaian target-target MDGs (Millenium Development Goals) pada tahun 2015 yang dicanangkan pemerintah Indonesia. PKS bertekad untuk terus berkonstribusi dan bekerja keras agar Indonesia mampu mencapai MDGs. Wujud komitmen tersebut antara lain melalui program pengokohan keluarga sebagai tulang punggung bangsa.

Demikian dikatakan Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anis Byarwati di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS, di Hotel Grand Sahid, Jakarta.  Menurut Anis, dalam setahun terakhir, PKS telah menggerakkan kader-kader perempuannya di seluruh Indonesia untuk aktif mengembangkan berbagai upaya peningkatan ekonomi keluarga, mencerdaskan, dan meningkatkan keterampilan anggota keluarga. Semua upaya itu dilakukan melalui Pos Wanita Keadilan Berbasis Ekonomi dan Pendidikan (Pos WK PPE).

Tak hanya sampai di situ, kader-kader perempuan PKS pun berkomitmen mengokohkan simpul-simpul ikatan dalam keluarga Indonesia melalui Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang diinisiasi dan dikembangkan bersama-sama dengan masyarakat setempat.

“PKS yakin bahwa berbagai target MDGs bisa dicapai melalui pengokohan keluarga Indonesia. Kekokohan yang dimaksud bukan sekedar kokoh secara spiritual dan mental, tetapi juga kokoh secara ekonomi, terampil, cerdas, berpendidikan, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks”, jelas Anis.

Lebih lanjut Anis mengatakan, untuk memperkuat program-program tersebut, secara resmi akan diluncurkan melalui sebuah acara Launching Pos WK PPE dan RKI, pada Ahad, 16 Oktober 2011, di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat. Hadir untuk meresmikan acara itu, Presiden PKS, Luthfi Hassan Ishaq, MA; Walikota Depok, DR. Nurmahmudi Ismail dan istri;  dan Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anis Byarwati, S.Ag, M.Si. Acara launching tersebut juga dimeriahkan dengan aneka lomba dan seminar dengan tema “Perempuan Kreatif, Keluarga Sejahtera”.

“Kita harus optimis, bangsa ini bisa sejahtera. Dan itu harus dimulai dari keluarga”,  tambah Anis.

Walaupun krisis keuangan global 2007/2008 telah menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi bangsa, yaitu 4-5% setelah krisis dibandingkan 5-6% sebelum krisis (Bappenas, 2010), tetapi bangsa ini tidak boleh pantang mundur. Pemerintah Indonesia secara bertahap bersama-sama masyarakat terus melakukan pembenahan dan pembangunan sebagai wujud komitmennya mencapai dunia yang lebih adil dan sejahtera.


Jakarta, 15 Oktober  2011


Anis Byarwati, S.Ag, M.Si
Ketua DPP PKS Bidang Perempuan
0

Sri Rahmi Pengurus DPW PKS Sulsel
Laporan: Sri Rahmi Pengurus DPW PKS Sulsel melaporkan dari Jakarta

Suasana Temu Qiyadah dan Buka Bersama dengan Anak Kader PKS dengan tema Saatnya Membangun Karakter Anak Indonesiaa Melalui Keteladanan Pemimpin Bangsa di Aula Gedung DPP PKS, Jakarta, Minggu (21/8), berlangsung semarak.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq, LC, Ketua BKSAP, DR M Hidayat Nurwahid,MA tampil sebagai narasumber.

Sedikitnya 200-an anak pengurus DPP dan kader PKS dari berbagai dari di Indonesia diundang hadir. Peserta mulai dari siswa SD hingga SMA. Acara ini diinisiasi oleh Bidang Perempuan DPP PKS. Dalam dialog dengan Presiden PKS, beliau memotivasi anak-anak agar berani bercita-cita tinggi.
Anak-anak yang berani tampil berbicara diberi hadiah. Saat presiden bertanya "Siapa yang mau jadi Presiden RI?". Tiga anak mengacungkan tangan.

"Yang perempuan pun ditantang jadi Presiden. Harus ada yang siap jadi bankir, jadi polisi, jadi politisi, jadi presiden. Anak perempuan gak boleh kalah sama anak laki" kata Presiden PKS, Luthfi Hasan.
Anak-anak antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Presiden PKS.

Suasananya sangat cair dan  santai. Ini wujud kepedulian PKS kepada generasi muda. Wujud perhatian PKS dalam membangun generasi baru Indonesia. PKS membina mereka untuk dipersembahkan kepada Indonesia tercinta.

Anak-anak PKS pendidikannya minimal S-2. Ini kewajiban orang tua yang harus dipersiapkan sejak sekarang.

Jelang berbuka, acara ditutup dengan taushiyah dr DR Surahman, ketua Dewan Syariah Pusat. Motivasi juga diberikan oleh beliau dalam taushiyahnya. Intinya, semua qiyadah PKS memotivasi  anak kader agar berprestasi. Acara ditutup dengan doa oleh HNW. "Ya Allah jadikanlah kami penghuni syurga, jadikanlah kami anak-anak yang saleh. Jadikan kami kelak memimpin bangsa ini dengan kebajikan dan kebijakan". (sur) [tribunnews.com/21/8/2011]
0
Jakarta – Silaturrahim melapangkan rizki dan memanjangkan usia, begitu janji baginda Rosulullah SAW pada umatnya. Bidang Perempuan DPP PKS meyakini hal itu. Dalam rangka mengamalkan tuntutan Rosulullah  dan untuk menjalin kedekatan pengurus Bidang Perempuan DPP PKS dengan media, selama dua hari berturut-turut Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan, beserta staf melakukan media visit ke Harian Sindo dan Vivanews.com. Dalam kunjungan tersebut Anis didampingi oleh Tiga Ketua Departemen, Koordinator Tim Media, dan Beberapa staf lainnya.

Di Harian Sindo, Bidang perempuan DPP PKS diterima oleh Purwanto, Wakil Pemimpin Redaksi, Djaka Susila, Redaktur Pelaksana, dan Staf lainnya. Sedangkan di Vivanews.com diterima oleh Suwardjono, Managing Editor, Galuh P.Paranti Promono, Marketing Staff dan Umi Kalsum, Editor. Dalam pembicaraannya di kedua media tersebut, Anis Byarwati memperkenalkan susunan kepengurusan dan program kerja unggulan tahun 2011. Selanjutnya, terjadi diskusi yang cukup hangat tapi santai.

Dalam diskusi di Sindo,  isu-isu hangat tentang PKS yang menjadi headline di berbagai media massa menjadi pembicaraan. Selain itu, program-program Bidang Perempuan DPP PKS yang berfokus pada ketahanan keluarga juga menjadi perhatian Sindo karena sejalan dengan kiprahnya sebagai Koran keluarga. Yang menarik, dalam kunjungan ke Harian Sindo ini, Bidang perempuan pun mendapatkan banyak ilmu dan wawasan tentang bagaimana melakukan proses penokohan bagi kader-kader perempuan PKS yang kualitasnya baik tetapi belum muncul sebagai public figure. Sementara itu, di Vivanews.com, Bidang Perempuan DPP PKS mendapatkan tawaran kerjasama untuk mengadakan pelatihan bagaimana berinternet secara sehat. Menurut Suwardjono, Managing Editor Vivanews.com, program pelatihan ini telah lama menjadi program di Vivanews sebagai bagian dari upaya mendidik masyarakat. Kerjasama yang ditawarkan kepada Bidang Perempuan DPP PKS adalah berupa pemberian pelatihan secara gratis. Bidang Perempuan hanya menyediakan peserta, tempat, dan LCD. Pelatihan tersebut terbuka untuk siapa saja dan di level struktur manapun. Tawaran tersebut menarik dan perlu ditindaklanjuti.

Di akhir kunjungan, Bidang Perempuan DPP PKS memberikan plakat sebagai tanda terima kasih dan kenang-kenang. Sambutan yang hangat dan antusias dari dua media ini menjadi inspirasi  bagi Bidang Perempuan untuk lebih banyak melakukan berbagai upaya mendekatkan diri  dengan media. (NHA) [Sumber: http://pk-sejahtera.org]
0
Jakarta – Universitas Islam terbesar di negeri Gajah Putih Thailand, Yala Islamic University, akhir April 2011 lalu menggelar acara Muslimah Relationship Festival di Yala, Thailand Selatan. Acara itu merupakan acara sharing negara-negara serumpun terkait kiprah muslimah dalam membuat perubahan untuk umat. Bidang Perempuan DPP PKS hadir dalam festival tersebut atas undangan khusus Pimpinan Yala Islamic University, Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, MA.

Bidang Perempuan DPP PKS pun mengutus Ketua Departemen Ketahanan Keluarga, Anna Mariani Kartasasmita, yang didampingi lima utusan Bidang Perempuan Wilayah (yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, dan DIY). Selain Indonesia dan Thailand, hadir sejumlah organisasi muslimah dari Malaysia antara lain perwakilan PAS/Partai Islam Se-Malaysia, IKRAM Malaysia, dan ABIM/Angkatan Belia Islam Malaysia.

Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Ismail Luthfi menyampaikan pentingnya kesatuan muslimah dalam rangka membentuk ummatan wahidah (umat yang satu). Untuk itu, menurut Ismail, pertemuan di Yala merupakan sarana untuk saling ta’aruf (saling mengenal) di antara muslimah se-rumpun. Selain acara ceramah, pada hari pertama tersebut juga digelar sessi berbagi pengalaman dari beberapa organisasi musimah se-rumpun dalam membangun jaringan.

Hadir dalam sessi ini muslimah PAS Malaysia dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mewakili partai politik; serta IKRAM  dan ABIM Malaysia mewakili ranah Lembaga Swadaya Masyarakat. Mewakili PKS, Anna Mariani Kartasasmita, Ketua Departemen Ketahanan Keluarga Bidang Perempuan DPP, mempresentasikan makalahnya. Acaranya diskusi berlangsung hangat.

Memasuki hari kedua, acara kian hangat antara lain pertemuan terbuka di tengah-tengah Yala Islamic University. Hadir sepuluh ribu orang yang mayoritas muslimah mengikuti acara yang bertema “Perpaduan Muslimah, Dasar Kerukunan Ummat”. Sejumlah tokoh masyarakat dan negara tampil memberikan sambutan antara ian Ketua Asosiasi Islam Thailand yang diwakili stafnya, Perwakilan kerajaan Thailand, Rektor Yala Islamic University, Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, dan juga pimpinan Thailand Selatan.

Puncak acara hari itu adalah sesi berbagi pengalaman tentang “ Peranan Muslimah dalam membawa perubahan diri, keluarga dan masyarakat ke arah menjadi Khairul Ummah“ yang disampaikan oleh tiga muslimah dari Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Dari Malaysia diwakili oleh Doktor Hajjah Hafizah Haji Mustaqim, dari Thailand, Prof. Sauwanee Chitmuad, dan dari Indonesia kembali Anna Mariani Kartasamita, S.H, M.Si menyampaikan makalahnya.

Sebelum secara resmi Prof. Madya Ahmad Umar Chapakiya, Deputy Rector for International Relation Affairs menutup acara Muslimah Relationship Festival, dilakukan deklarasi bersama dalam membangun umat. Subhanalloh, pengalaman yang luar biasa. Semoga keikutsertaan perempuan PKS dalam acara ini semakin memperluas dan mempertinggi semangat untuk terus berkiprah membangun negeri sebagai upaya mencapai peradaban yang kokoh. (NHA). [Sumber: http://pk-sejahtera.org]
0
ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si
TAUJIH KETUA DPP PKS BIDANG PEREMPUAN

ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si

Alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah SWT, Robb semesta Alam yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan pada hamba-hambaNya. Shalawat dan ‎​salam  tercurah pada kekasih Allah, Rasulullah SAW, keluarganya, sahabatnya, dan generasi penerus dakwah yang tak gentar dengan tantangan dan ujian yang dihadapinya.


Pada kesempatan ini, ada baiknya kita mengingat kembali positioning Bidang Perempuan dalam kerangka strategi dakwah akhwat (perempuan) di Indonesia. Dengan demikian,  langkah,  niat, dan kerja kita semakin mantap, sehingga konstribusi kita sinergis dan bermanfaat. Kita meyakini bahwa apa yang dikerjakan oleh struktur Bidang Perempuan adalah persembahan amal terbaik kita di sisi Allah SWT.


Saudariku,


kita harus ingat  bahwa kita adalah kader gerakan dakwah, atau kita adalah abna’ul haroqah, sebelum segala sesuatunya. Kita adalah putera-putera harokah ini. Artinya, walaupun kita berbaju Partai Keadilan Sejahtera tetapi tidak sedikitpun mengubah  esensi kita sebagai  gerakan dakwah. Oleh karena itu, kita  harus memastikan bahwa semua amal haruslah bernilai ibadah. Dan sebuah amal tidaklah bisa disebut sebagai ibadah jika amal itu tidak memenuhi syarat sebagai amal Islami. Dengan demikian, saudariku sekalian, apapun yang kita lakukan dalam struktur Bidang Perempuan, dari mulai merencanakan program hingga melaksanakannya haruslah bisa dikategorikan sebagai amal Islami. Kondisi itu,  menuntut kita untuk melaksanakan seluruh kegiatan  sedekat mungkin dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.


Selain itu, dalam beraktivitas kita harus memahami dan berkomitmen bahwa sejak awal seluruh aktivitas kita harus bebas dari kepentingan-kepentingan selain meraih ridho Allah. Hal ini bermakna bahwa kepentingan kita hanyalah satu, yaitu meraih ridho Allah. Kita harus all out dalam mengerjakan semua tanggung jawab dan amanah kita di Bidang Perempuan. Karena kita menginginkan di akhirat nanti Allah melihat amal-amal kita tidak ada yang tercemari dengan kepentingan lain kecuali meraih ridhoNya. Rasululah pernah bersabda tentang apa itu Fiisabilillah kaitannya dengan jihad. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dalam haditsnya, Rasulullah mendefinisikan fisabilillah, Beliau mengatakan,  Barangsiapa berjihad, barangsiapa berperang agar kalimat Allah tetap tinggi , lillaahi kalimatillah, itulah fiisabilillah”. 


Saudariku,


Tentunya  kita ingin agar semua langkah kita dalam merealisasikan amanah di Bidang Perempuan ini diperhitungkan  Allah sebagai fiisabilillah. Oleh karena itu, setiap melakukan kegiatan, baik dalam struktur Bidang Perempuan, ataupun dalam kegiatan yang lain, selalu kita hujamkan dalam diri kita bahwa ini tidak lain hanyalah untuk meraih ridho Allah. DO OUR BEST agar Allah berbangga dengan amal-amal kita.
Berkaitan dengan ini, Bidang Perempuan telah mencanangkan bahwa kita ikut serta dalam pembangunan karakter bangsa yaitu membangun karakter perempuan Indonesia menjadi SHOLIHAT, CERDAS, dan BERDAYA GUNA 


SHOLIHAT adalah menyiapkan kader dan perempuan Indonesia agar mampu menjadi istri dan ibu yang sholihat. Arah SHOLIHAT itu adalah menjadi perempuan yang sholihat, menjadi istri, ibu, atau anak perempuan yang betul-betul mampu menjadikan rumahnya, suaminya, anaknya, keluarganya, keluarga besarnya, bahkan asisten rumah tangganya sebagai anak-anak panah dakwah yang siap untuk dilesatkan. Dan kerja-kerja seperti ini, di struktur Bidang Perempuan menjadi tugas dan tanggung jawab dari Departemen Ketahanan Keluarga. 


Kemudian CERDAS, bermakna berwawasan luas.  Yaitu menjadikan kader dan perempuan Indonesia memiliki pengetahuan luas, berwawasan global, dan universal. Perempuan Indonesia mampu mengokohkan nilai-nilai dalam setiap langkahnya, tidak mudah dibodohi, tidak mudah dirasuki oleh pemikiran-pemikiran yang  tidak sejalan dengan keyakinan-keyakinan religiusnya. Karakter cerdas ini  menjadi  fokus dan tugas dari Departemen Kajian Perempuan, Anak dan Keluarga. 


Karakter ketiga yang ingin kita bentuk adalah BERDAYA GUNA. Menjadikan perempuan PKS dan perempuan Indonesia mampu mengoptimalkan potensinya dan kokoh di setiap medan amal yang dipilih sesuai kemampuan, minat, kecenderungan, dan daya dukungnya. Dengan karakter ini Bidang Perempuan PKS mendorong perempuan Indonesia untuk   berperan dan berkiprah di berbagai sektor, baik di sektor publik maupun di sektor private/swasta (wiraswasta, dan lainnya), atau di sektor ketiga (LSM, yayasan, dan lainnya). Khusus untuk kader perempuan PKS, Struktur Bidang Perempuan, mendorong kader perempuan PKS   menyebar di seluruh sektor yang ada di lapisan masyarakat. Melalui dorongan ini diharapkan  Insya Allah tidak ada satu ruang pun di masyarakat melainkan di sana ada kader perempuan PKS yang kokoh berkonstribusi.  Dengan demikian, kader perempuan PKS dapat memilih perannya sesuai dengan daya dukungnya, kecenderungannya, atau amanah yang diberikan oleh struktur.


Terakhir saudariku sekalian,


Sesungguhnya, kerja-kerja  yang ada kita lakukan ini adalah  adalah manifestasi kita dari dua hal. Pertama,  manifestasi dari rasa syukur kita pada Allah SWT dan  kedua adalah manifestasi dari komitmen kita kepada dakwah. Demikian semoga bermanfaat. Semoga  kerja-kerja kita mendapat apresiasi dari Allah, Rasululloh,  dan orang-orang beriman. Billahi taufiq wal hidaayah, Wassalamu’alaikum warahmatu Llahi wa barakaatuh.

Sumber: http://pk-sejahtera.org/
0
Baroness Uddin, Member of House of Lord, Inggris
Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-13 di Gelora Bung Karno, 17 April 2011 lalu memberikan kesan mendalam pada Baroness Uddin, Member of House of Lord, Inggris yang menjadi tamu undangan istimewa PKS pada acara tersebut. Uddin mengatakan, “Acara milad PKS ke-13 hari ini adalah pertemuan paling besar yang saya hadiri. Banyak perempuan dan anak yang hadir, saya terharu, bangga, dan berdebar-debar”, katanya mengungkapkan perasaannya.

Pernyataan Uddin tersebut terungkap dalam acara Dialog yang diikuti oleh Pengurus Bidang Perempuan PKS dan Pengurus Pusat Persaudaraan Salimah dengan beliau Ahad malam, 17 April 2011.  Dalam dialog tersebut, Uddin menceritakan tentang pengalamannya selama 34 tahun berjuang dalam kancah politik di Inggris. Perempuan muslim pertama yang menjadi anggota parlemen di Inggris ini konsisten memperjuangkan tiga hal, yaitu  kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Sebagai seorang keturunan Bangladesh yang hidup di Inggris sebagai minoritas, ibu lima anak ini terpanggil untuk membuat perubahan, terutama perubahan keadilan untuk minoritas. Melalui yayasan atau lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk bersama beberapa aktivis lainnya, perempuan yang telah bergelut di dunia politik sejak era tahun 70 an ini, melakukan pemberdayaan kepada perempuan-perempuan muslim di Inggris.


Di awal kiprahnya, Uddin bercerita bahwa ia melakukan pelatihan tentang manajemen waktu pada perempuan-perempuan muslim. Menurut politikus dari partai buruh ini, manajemen waktu adalah hal yang penting ketika seorang perempuan muslim ingin berkiprah di ranah publik. Perempuan muslim di Inggris harus padai mengatur waktunya dengan baik agar kewajiban rumah tangga tetap bisa dijalankan dengan baik, sementara kiprah di publik pun juga tertangani. Apalagi kultur di Inggris sangat berbeda dengan di Indonesia. Mayoritas keluarga muslim di Inggris tidak memiliki asisten rumah tangga sebagaimana di Indonesia. Kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan suami pun perlu dilakukan. Hal inilah yang dilakukan Uddin dengan suaminya ketika ia berkiprah di publik.


Acara dialog yang dimoderatori oleh Ledia Hanifa, Anggota legislatif DPR RI ini berlangsung hidup dan interaktif. Selain mendengarkan penjelasan dari Uddin,  Anggota LSM Autism Speak di Inggris pun meminta peserta dialog menceritakan perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan di Indonesia, termasuk bagaimana menghadirkan begitu  banyak perempuan dan anak-anak di Gelora Bung Karno pada Milad ke -13 tersebut. Terlihat Uddin sangat terkesan terhadap kiprah perempuan PKS. Subhanalloh, hal ini benar-benar memberikan apresiasi dan penambah semangat bagi kader-kader perempuan PKS. Pertemuan di akhiri dengan pemberian kenangan-kenangan dan foto bersama (NHA).


Sumber: http://pk-sejahtera.org
0
Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan PKS
Jakarta – Keluarga Indonesia rapuh! Mungkin kalimat ini terdengar hiperbola, berlebihan, tetapi kalau ditilik kembali, sesungguhnya mengandung kebenaran. Tengoklah data perceraian  akhir-akhir ini. Pasca reformasi, angka perceraian naik hingga 4 sampai 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Di tahun 2009, tercatat 250 ribu perkara perceraian. Jumlah tersebut sebanding dengan 10% dari pernikahan di tahun tersebut. Ironisnya, mayoritas (70%) kasus perceraian di pengadilan agama adalah gugat cerai. Artinya istri yang meminta cerai. Dibandingkan negara-negara Islam di dunia, tingkat perceraian di Indonesia paling tinggi setiap tahunnya. Fenomena apa ini?

Jika ditelusuri lebih lanjut, banyak faktor pendukung kekokohan keluarga yang belum sepenuhnya didapat oleh keluarga Indonesia. Masalah ekonomi, misalnya, masih banyak keluarga Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. BPS menyebutkan angka kemiskinan 2010 tidak banyak berubah dibandingkan 2009, yaitu 14,15%. Pembekalan calon pasangan yang akan menikah terhadap materi bagaimana membentuk keluarga yang solid, kokoh, sakinah mawaddah warahmah juga masih minim. Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar menyebutkan bahwa di Indonesia hanya 7 menit pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan, itu pun dilakukan  saat berhadapan dengan penghulu. Bandingkan dengan di Eropa, pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan setara dengan kuliah satu semester.

 Tak dipungkuri, lemahnya institusi keluarga telah menimbulkan permasalahan lain, seperti meningkatnya remaja yang melakukan seks bebas. Survei yang dilakukan BKKN pada akhir 2008 menunjukkan 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pranikah. Penelitian lain yang dilakukan oleh seorang ginekolog juga menyebutkan bahwa 42,3% remaja SMP dan SMU di Jawa barat melakukan hubungan seks pertama kali saat di bangku sekolah menengah. Mereka melakukannya berdasarkan rasa saling suka tanpa paksaan. Kondisi itu, tak pelak lagi juga dipengaruhi oleh maraknya pornografi.  Sangat menyesakkan jika kita mengamati betapa pornografi telah menyerang keluarga dan anak-anak Indonesia. Tak pandang bulu, pornografi bisa menjebak siapa saja. Data mencatat 12% situs di dunia mengandung pornografi. Setiap hari 266 situs porno baru muncul dan kini ada sekitar 372 juta halaman website mengandung pornografi. Pengguna internet yang melihat pornografi tercatat, 28.258 pengguna. Selain itu, rapuhnya ikatan keluarga juga menjadi salah satu faktor terjerat remaja dalam jaring narkoba. Diperkirakan 14 ribu (19%) remaja Indonesia menggunakan narkoba. Menyedihkan!

 “Kondisi di atas tentunya sangat memprihatinkan. Bagaimana Indonesia bisa menjadi negara kokoh, kuat, dan eksistensinya dihargai  oleh dunia internasional jika sel pertama dalam masyarakat, yaitu keluarga, tak memiliki lingkungan dan daya dukung untuk kokoh dan kuat?”, kata Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan Partai Keadilan Sejahtera miris.  Melihat fakta dan data tersebut, dan dalam rangka memaknai milad PKS ke-13 dan Hari kartini 2011,  Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera terpanggil untuk mengajak semua pihak memperhatikan persoalan ini. “Mari kita bergandengan tangan dan  menguatkan komitmen untuk mengokohkan keluarga Indonesia, kita mencintai negeri ini maka kita harus mencintai keluarga Indonesia, karena dari kekokohan keluarga lah terbentuk negara yang kokoh”, demikian ajak Anis.

Sumber: http://pk-sejahtera.org
0
Lompatan yang dilakukan kader perempuan PKS di posisi jabatan publik, sepanjang sejarah partai ini berdiri cukup besar. Jika pada tahun 1999, hanya ada satu aleg perempuan di DPR dan tidak ada satupun di DPRD provinsi dan kabupaten kota , maka jumlahnya saat ini jauh berlipat. Di DPR ada tiga kader akhwat sedangkan di DPRD mencapai 70 orang lebih. Hal itu diungkap M Anis Matta, Sekretaris Jenderal DPP PKS dalam acara Seminar Nasional: Mempersiapkan Perempuan sebagai Pilar Negara (19/6).

Lebih jauh Anis menekankan dua hal yang harus segera disiapkan oleh kader perempuan PKS untuk mempunyai peran penting dalam bernegara. Inovasi dan Switch Mentality! Kader perempuan PKS harus melakukan banyak inovasi dengan mengasah seluruh kemampuannya, termasuk berani bicara di podium!, tegas Anis. Hal tersebut juga diaminkan oleh Ledia Hanifa, anggota komisi IX DPR RI . “Jangan pernah mengharapkan peran struktur partai untuk meningkatkan skill dan kapasitas pribadi. Kita, perempuan, harus punya insiatif untuk mengembangkan diri!” ujar Ledia yang juga Ketua Bidang Perempuan DPP PKS periode 2005-2010.

Pada masa sekarang dan masa depan, Anis Matta menilai perlu adanya “switch mentality”, agar kader-kader PKS tidak tergagap-gagap dengan tuntutan zaman. Anis memberikan beberapa contoh tentang nilai-nilai yang ditanamkan pada kader di awal pendirian partai. “Bukan berarti nilai-nilai tersebut yang tidak relevan pada masa kini, namun kita harus pandai menempatkan diri”, tutur Anis.

Dalam seminar yang juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari, hadir pula istri gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani. Dia yang juga pengurus bidang kewanitaan DPP PKS 2005-2010 didaulat berbagi pengalaman selama mendampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Netty menyetujui apa yang disampaikan Anis Matta, kader perempuan PKS harus meningkatkan kapasitasnya sendiri. Karena zaman yang terus berputar ditambah teknologi yang terus berkembang tidak menyisakan ruang untuk perempuan yang biasa-biasa saja. Tak heran jika Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat yang baru saja menyelesaikan pendidikan Strata Duanya, segera melanjutkan ke jenjang Strata tiga.

Acara yang dihadiri ratusan kader perempuan PKS dari seluruh provinsi di Indonesia ini berlangsung dengan penuh semangat. Moderator, Sitaresmi Soekamto, berhasil membuat seminar ini penuh dengan inspirasi. Termasuk juga pemaparan Ketua Bidang Perempuan DPP PKS 2010-2015, Anis Byarwati, tentang perempuan-perempuan hebat sepanjang sejarah. Bahkan pembicara lainnya, Gusti Kanjeng Ratu Hemas pun mengapresiasi para kader perempuan PKS yang datang dari berbagai daerah ini. Juga memuji kemampuan peran ganda yang dilakukan kader perempuan PKS dalam keseharian. Ikut dalam partai politik, tapi tak lupa dengan peran sebagai ibu. “Buktinya anak-anak juga tak lupa dibawa serta”, tutur istri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X. 

Sumber : munaspks.info